Promosi Doktor (ISW)

Harmoni dalam Keberagaman: Memotret Strategi PITI Sulsel Merajut Nasionalisme Lewat Komunikasi Politik

Publikasi.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Bagaimana sebuah komunitas dengan identitas ganda—sebagai etnis minoritas sekaligus pemeluk agama mayoritas—merawat rasa cinta tanah air? Pertanyaan menarik inilah yang dikupas tuntas oleh Dr. Syamsul Bahri dalam Sidang Promosi Doktornya di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang berlangsung di Gedung Profesi Pendidikan Guru (PPG).

Dosen STAI DDI Makassar ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Strategi Komunikasi Politik Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dalam Menanamkan Nilai Nasionalisme Anggota di Sulawesi Selatan.” Penelitian ini memotret potret indah bagaimana PITI Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi jembatan keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.

Menembus Batas Identitas Ganda

Menjadi Tionghoa sekaligus Muslim di Indonesia menempatkan anggota PITI dalam ruang kultural yang unik. Menurut Dr. Syamsul, keberadaan PITI di Sulawesi Selatan adalah bukti nyata bahwa komunitas minoritas mampu hidup berdampingan secara damai dan memberikan kontribusi positif, terlepas dari berbagai tantangan sosial yang menghadang.

Namun, nasionalisme tidak tumbuh begitu saja secara instan; ia perlu dipupuk. Di sinilah urgensi penanaman nilai-nilai kebangsaan menjadi sangat krusial bagi anggota PITI. Dr. Syamsul menawarkan beberapa langkah taktis yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Pendidikan Berkelanjutan: Mengintegrasikan wawasan kebangsaan dalam ruang belajar.
  • Keterlibatan Aktif & Kolaborasi: Membuka diri dan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders).
  • Pemanfaatan Media Digital: Menggunakan teknologi untuk menyebarkan pesan-pesan solidaritas sosial.

“Langkah-langkah ini tidak hanya menjaga integritas sosial dan budaya masyarakat Tionghoa-Muslim, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pembangunan nasional Indonesia,” ujar Dr. Syamsul dalam paparannya.

Formula Sukses Komunikasi Politik PITI

Lantas, bagaimana PITI Sulsel berhasil menanamkan rasa cinta tanah air tersebut? Kuncinya terletak pada strategi komunikasi politik yang mereka terapkan. Penelitian ini mencatat bahwa PITI Sulsel menggunakan pendekatan yang terstruktur, inklusif (terbuka), dan berbasis kolaborasi.

Hasilnya terbilang sukses. Strategi ini terbukti efektif mendongkrak rasa kebangsaan dan mempererat tali solidaritas di kalangan komunitas Tionghoa-Muslim di Sulawesi Selatan. Mereka tidak merasa terasing, melainkan merasa menjadi bagian utuh dari NKRI.

Kontribusi Bagi Teori Nasionalisme

Secara akademis, penelitian Dr. Syamsul Bahri tidak hanya sekadar menjadi laporan formal. Implikasi ilmiah dari disertasi ini berhasil memperluas cakrawala teori nasionalisme yang sudah ada.

Jika selama ini nasionalisme sering kali dilihat dari sudut pandang yang homogen, penelitian ini membuktikan hal baru: nilai-nilai nasionalisme justru dapat tumbuh subur dan ditanamkan dengan kuat dalam komunitas multikultural yang memiliki identitas ganda (etnis Tionghoa dan agama Islam). Sebuah kontribusi penting bagi studi komunikasi politik dan sosiologi di Indonesia.